Kumpulan Begawan Puisi

Selamat datang di Bega.one (dibaca Begawan), sebuah platform yang didedikasikan untuk menyelami kedalaman jiwa melalui puisi. Dalam bahasa Sanskerta, ‘Begawan’ merujuk pada seorang bijak, seorang yang memiliki pengetahuan mendalam dan kebijaksanaan. Di dunia puisi, para penyair adalah begawan modern, yang dengan kata-kata mereka, mengungkapkan keindahan, perasaan, dan refleksi kehidupan.

Bega.one adalah tempat di mana setiap puisi adalah cerminan dari jiwa penyair, sebuah karya seni yang membawa kita pada perjalanan emosional dan intelektual. Kami menerima dan menampilkan puisi-puisi kiriman dari berbagai penjuru, menghormati setiap penyair sebagai begawan di dunia puisi. Di sini, Anda akan menemukan karya-karya yang menginspirasi, menghibur, dan memprovokasi pikiran, semuanya berakar dari kebijaksanaan dan keindahan bahasa.

Bahagia

Kadang aku punya segudang tanya, Apa itu bahagia, Airmata bunda melihat kita lahir didunia ?, Seringai balita memperhatikan tepukan kita ?, Atau gelak tawa bocah bermain sepeda ? Apa sebenarnya itu bahagia ?, Teriakan mahasiswa menyambut gol Barcelona ?, Atau ramainya mereka bermain video game bola ?, Pertemuan dua muda...

PencilSpirit

Sirnakan Bekumu

kau tersenyum
dengan tak mudah
inilah sisi lengah kita
yang tak pernah sirna
meski dihujani
ribuan kecup dari bebunga cinta

Legiman Partowiryo

Akhir Cahaya

Seakan dunia sedang tertawa
tergelitik oleh tingkah manusia
sujud punya makna jumawa
zalim kian lazim dan biasa

Maka bumi berguncang manasuka
setelah adil berdiri, cahayanya mati terlindas dusta
Tepat saat itu terjadi,
hari berhenti lalu menyucikan diri

Denza Perdana

Cinta Yang Tertempuh

Waktu kecil aku sering bermimpi,
Bersanding dengan titisan dewi atau seorang putri,
Bahkan kuyakin seseorang tercipta dari tulang rusuk sebelah kiri,
Bagian yang hilang dan akan kutemukan nanti.

Namun sayangnya hidup bukanlah dongeng peri,
Tak pernah terwujud hanya dengan imajinasi,
Sosok yang hanya sebatas ruang...

PencilSpirit

Sajak Tubuh Cinta

Hai Kekasih,
10 jemariku menghitung hari.
Mataku memantau selir waktu.
Kakiku menapaki kerinduan.
Otakku melingkari dirimu.
Bibirku membilang namamu.
Hatiku merambah cintamu.

Sekujur tubuhku dilumuri oleh peluk hangatmu.
Yang tak nampak wujudnya.
Namun rasanya mendekap erat.

Adalah rasa yang tak pernah aku...

Topan Wahyudi

Sampaikan pesan

Ku ambil secarik kertas tanpa noda.
Ku goreskan tinta hitam di atasnya…

Ku kembalikan ingatan ku kepada mu
dan memulai mengerahkan jemari tuk menuliskan pesan kerinduan…
Kerinduan terdalam di selah kesunyian malam…

Awan menghitamlah jatuhkan air hujan…
Deraslah , bantu ku tuk menyampaikan pesan ini…
...

Akram Dzulfiqar

Tanah Berduri

Ku pijak tanah ternyata duri..
Saat ku rasakan ujian ilahi..
Namun ku lihat senyum sang putri disana..
Begitu penuh pesona..
Menarik luka yang ku rasa..
Tuhan..
Biarlah ku tanggung semua beban dan derita..
Asal tetap ku lihat senyuman bidadariku disana..

Rompis

bidadari ku

Kau datang dimana
Hati ini sedang terluka
Disaat sepi melanda jiwa
Kau hibur aku dengan canda tawa

Dengan senyuman manismu
Kau buat aku nyaman bersamamu
Dan inginku selalu melihatmu
Tersenyum manis di sepanjang harimu

Didalam matamu
Berasa ada cahaya yang menyinariku
Di...

miftahun nasrulloh

Cakrawala

Keemasan cahaya di cakrawala
Di ufuk barat saat hari mulai senja
Terbelalak mata saat memandangnya
Keindahan dari sang maha pencipta

Sang surya bersiap untuk tenggelam
Menjemput mesra ketenangan malam
Meneguk cahaya dalam-dalam
Menyempurnakan keindahan malam

Lembayung indah tampak kekuningan
Gradasi warna bagaikan lukisan

Yunusta

SEMAK RINDU

Halaman ini tak seteduh dulu
Sperti rinduku padamu
Halaman ini ditumbuhi Perdu
Semai rinduku tersesak kalu
Bulir butir tangis senja
Mengawali langkah mu pergi
Menjauh,menghilang dalam alibi
Maaf…..
Aku tak kembali sebab,
Rinduku tergeruk semak serapahmu..

Iskandar

sebujur bangkai

Sunyi sepi…
Diam tak bernafas
Gelap pekat mengancam diri
Tubuh terbujur kaku
Tubuh terbujur sendiri
Hanya sebujur bangkai kita dan amalan kita yang menemani
Hinggar bingar dunia sepi
Tak ada gemerlap lampu dunia
Kini berganti gelap tuk selamanya

Andri Bangun Prabowo

Tak Pernah Usai

Padamu selalu ada kerinduan
Yang menyisa pada sepenggal senja
Dan aku mulai gelisah
Tersebab tak ingin malam cepat menyapa

Padamu selalu ada khayalan
Di saat aku meraba bayangmu
Hingga aku kehilangan
Sebelum dapat memelukmu

Padamu selalu ada cerita
Ketika jemari saling bertaut
...

Danny Faldy

Bertemu Sang Mentari

Ku beri nama sunyi
Kau beri nama sepi
Kita beri jarak tanpa spasi
Katanya,
Jauh dimata dekat di hati
Semoga kita abadi

Tak pernah ku tunggu
Bisa bertemu dengan sang pujaan tanpa sengaja
Apakah ini cinta,
pada pandangan pertama ?
Saat...

Amram Ambon Tuarlela

Ironi ku

Kau hanya sepenggal kisah
Yang tak mungkin kutanggalkan
Pada separuh bulan

Kau hanya seutas malam
Yang tak mungkin kurangkul
ditepian ketiadaanku

Kau hanya ironi,
Sebagai penunggu pagi
Yang tak dapat kusentuh kembali

Iskandar

Tahun baru , baru harapan

Kepada langit rembulan dan bintang bintang yang terlentang di malam panjang. Rebah jiwa dan raga dalam gelap gulita malam yang merayap pelan dan diam diam. Di keheningan,ku menghitung waktu dalam kilatan cahaya merah putih kembang api yang dilontarkan tengah malam. Ku menerawang, masih adakah hari esok yang tersisa untuk ku...

Mulyadi west

PERASAAN GUNDAH GULANA

Dalam renungan malam sepi mencekam
Tiada untaiyan kata yang dapat terucap
Yang terdengar hanya suara gemuru angin malam
Membasuh luka dalam sekejap

Rasa di dada hanya tinggal kata-kata
Terhapus sudah dengan rasa yang gelisah
Kupeluk cumbu banyang mu dengan mesra
Agar tiada sumpah...

Arbi ardiansyah

RINDU untuk TEMU

Rindu adalah keseimbangan yang utuh antara cinta dan kasih sayang
Penyesuaian sempurna untuk temu

Seperti Puisi
Rindu adalah Harmoni diksi
Tentang Personifikasi dan metafora

Seperti kata
Rindu adalah rasa abstrak di jiwa
Menyatukan hasrat dan imaji

Seperti Angin
Rindu adalah candu untuk temu

Nichan N1412

bahagia yang hilang

seperti jernih embun pagi
mengalir menderu membasahi pipi
mengalir membawa seribu kesesakan di hati
isakan tak tertahan memecahkan keheningan
ketika hati berteriak karna segundah rasa
meraung karna seribu luka
tubuh terpaku diam tak berdaya
terpuruk karna dunia yang kejam
menyiksa dengan seribu...

Ivanta Talo

Elegi Bilik Pelukis

Aku tak tahu bagaimana menamai diri
Bagaimana membuka bilik memori
Tak kutemui adanya pintu
Tak kutahu jendelaku di mana

Di mejaku hanya berhiaskan mawar menghitam
Mungkin sarinya t’lah di tenggak perlahan oleh waktu tanpa kutahu
Kelopaknya mengering kerut berbentuk sesabit pilu
Tak lagi mewangi...

Gadis Tanah Ganja

Bayang sunyi, Rindu bisu

Hujan menabur kesunyian malam ini
Jemari menari menderas pada getar kata
Kotori lembaran kertas nan putih
Tak kala lirih ia mengikuti perasaan.
Katamu ini akan sebentar saja ?
Tak lebih lama dari tuhan pertemukan kita.
Tapi aku sudah bosan melahap rindu
Melayani bayang...

Rhido Sahputra Azhari

LENTERA DAN MIMPI

Sore yang begitu dingin
Terpendam sebuah ingin
Yang mengkristal bersama senja
Menetes lembut di permukaan daun

Seperti lentera dalam gelap
Menenangkan…
Mendamaikan…

Tak perlu seterang matahari
Tak perlu seindah rembulan
Tak perlu sebanyak bintang

Karena yang ku butuh sedikit cahaya
Dari lentera...

Amram Ambon Tuarlela

Puisi Alam (91) Puisi Anak (26) Puisi Ayah (28) Puisi Bahasa Inggris (59) Puisi Cinta (481) Puisi Corona (34) Puisi Guru (16) Puisi Horor (13) Puisi Ibu (80) Puisi Islami (75) Puisi Kehidupan (523) Puisi Kemerdekaan (20) Puisi Lucu (33) Puisi Pahlawan (38) Puisi Patah Hati (173) Puisi Rindu (227) Puisi Romantis (189) Puisi Sahabat (55) Puisi Sedih (228) Puisi Senja (49) Puisi Ulang Tahun (10)

Puisipendek.net (kini menjadi bega.one) didirikan pada tahun 2013. Selama lebih dari 10 tahun ini kami telah merasakan betapa sulitnya untuk bertahan tanpa adanya investor. Kendati demikian kami bangga, karena beberapa dari kontributor lama kini menjadi penyair nasional yang tulisannya sudah dipublikasikan di media yang lebih besar. Kebanggaan memberikan sumbangsih dalam perkembangan dunia sastra khususnya puisi pendek di Indonesia.

Satu-satunya pemasukan kami adalah iklan dan endorse meskipun nilainya jauh dari biaya operasionalnya sendiri. Oleh karena itu kami belum mampu memberikan reward yang mungkin diharapkan para kontributor kami. Satu-satunya reward yang bisa kami berikan adalah mempertahankan puisipendek.net (kini menjadi bega.one) tetap ADA!.

Sebagian besar puisi yang ada dalam puisipendek.net (kini menjadi bega.one) , adalah kiriman dari para kontributor kami. Mereka adalah partner kami yang sudah selayaknya kami perjuangkan dalam bentuk penyajian puisi yang keren, seperti yang kalian lihat pada lembar halaman puisi.

Selain itu, kami juga memberikan kebebasan pembaca untuk menilai dan mengomentari karya. Puisi pendek atau puisi dengan rating tertinggi akan masuk daftar puisi terbaik. Sementara itu puisi paling populer akan masuk ke deretan puisi paling hits sepanjang masa, paling populer tahun ini dan puisi paling banyak views di bulan ini.

Penghargaan lain yang sanggup kami berikan adalah highlight khusus untuk para kontributor yang telah banyak mengirimkan puisi. Kamu bisa menemukan kontributor puisi terbaik pada halaman ini.

Penutup, terima kasih untuk para kontributor yang telah mengirimkan puisinya dan berjuang bersama kami di dunia sastra Indonesia. Tak lupa juga terima kasih atas kunjungan kamu hari ini, dan terima kasih karena sudah mengeklik iklannya.

“Engkau tuliskan adab pada nafsu-nafsuku Kenalkanku pada hikmah segala tanya .”

– Haye Pangima,SH

1371

Total Puisi

686

Total Kontributor

89

Total Respon

Kontributor Terbaik

Kontributor terbaik yang karya puisinya telah banyak kami publikasikan, untuk itu kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Foto hanyalah random avatar, jika ingin tampilkan foto kamu, daftar email kamu di gravatar.com, nanti sewaktu kirim puisi, harap isi email yang kamu daftarkan.

abudalta

33 Kiriman

Zainab Baudin

31 Kiriman

Danny Faldy

16 Kiriman

na28

14 Kiriman

Puisi-Puisi Dengan Rating Terbaik

ke-12 puisi ini merupakan puisi dengan rating minimal 8 dan dengan jumlah voters minimal 20 orang

AlmazaAlmaza
Oleh : Adila Firdausi
⭐️ 9.9
Monolog Musim HujanMonolog Musim Hujan
Oleh : Legiman Partowiryo
⭐️ 9.8
Semesta, Kata, dan KitaSemesta, Kata, dan Kita
Oleh : Wahyu Eka Nurisdiyanto
⭐️ 9.8
Senandika KataSenandika Kata
Oleh : Wahyu Eka Nurisdiyanto
⭐️ 9.8
Ruang HalusinasiRuang Halusinasi
Oleh : Sarlota Yuspin Lolo
⭐️ 9.8
Dari Kartini Buat IbukuDari Kartini Buat Ibuku
Oleh : Wahyu Eka Nurisdiyanto
⭐️ 9.7
Seutuhnya Menjelma DigdayaSeutuhnya Menjelma Digdaya
Oleh : Wahyu Eka Nurisdiyanto
⭐️ 9.7
BumiBumi
Oleh : Sristianty putri
⭐️ 9.7
SenjaSenja
Oleh : Amatulloh Fa
⭐️ 9.6
Apa itu hidupApa itu hidup
Oleh : Arief Kun
⭐️ 9.6
Bingkisan Doa dalam SujudkuBingkisan Doa dalam Sujudku
Oleh : Wahyu Eka Nurisdiyanto
⭐️ 9.6
Penikmat RinduPenikmat Rindu
Oleh : Ananda Kheisyha P. H. N
⭐️ 9.6

Mulai Menulis

Agar hasil karya kamu semakin baik, tidak ada salahnya untuk mencoba menjadi kontributor kami, kamu bisa berlatih menulis di sini dan melihat sejauh mana feedback dari para pembaca puisipendek.net (kini menjadi bega.one) . Bila sudah siap, klik aja tombol kirim puisi berikut.

Puisi-Puisi Paling Populer Sepanjang Masa

12 puisi paling populer yang paling banyak dibaca oleh pengunjung setia puisipendek.net (kini menjadi bega.one)

Mendung hitamMendung hitam
Oleh : Kh. D, Zawawi imron
👀 9936
Orang tua istimewaOrang tua istimewa
Oleh : Asyif Muhammad
👀 5785
Tangisan Ibu PertiwiTangisan Ibu Pertiwi
Oleh : Nabila Agustin
👀 5316

Puisi Paling Populer Bulan Ini

SendiriSendiri
Oleh : Suanna alfahri
👀 65
Mendung hitamMendung hitam
Oleh : Kh. D, Zawawi imron
👀 43
Rasa GetarRasa Getar
Oleh : anonym
👀 34

Puisi Paling Populer Tahun Ini

Mendung hitamMendung hitam
Oleh : Kh. D, Zawawi imron
👀 759
Orang tua istimewaOrang tua istimewa
Oleh : Asyif Muhammad
👀 570
GurukuGuruku
Oleh : Nabila
👀 537