Bumi Yang Asing Oleh Tino Beo

T

Bumi Yang Asing

© Tino Beo

Kau tidak punya alasan lain, selain berada di rumah.
Begini juga aku.
Mendengarkan musik masing-masing dan
menyalakan lilin pada petang.

Bangsa kita sudah sakit dari awal. Memakamkan koruptor dengan uang. Memenjarakan lansia tanp gigi.
Tapi, itu tidak menjadi alasan untuk pasrah, bukan ?

Kembali ke rumah. Berdoa. Segera.
Dunia sudah tidak manja. Ribuan nyawa tanpa nyanyian dan saudara. Air mata yang kehilangan mata air.

Jangan takut, sayang. Tebalkan iman.
Jaga jarak rindu. Jauhi keramaian yang membuatmu kecil di mata orang-orang.

Sekarang, bumi juga asing di mata Tuhan.


Berapa nilai untuk puisi ini ?

Beri nilai dengan tap jumlah bintang dibawah ini. Dari kiri ke kanan 1 sampai 10

Average rating 9.5 / 10. Vote count: 4

Belum ada yang memberi nilai, jadilah yang pertama!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *