Cintaku bernama Nastri Oleh Hermawanastri

H

Cintaku bernama Nastri

© Hermawanastri

Oohh, cintaku Nastriii,,
Ketika hati ini kau curiii,,
Oleh senyummu berserii,,
Sulit raga ini menghindarii,,
Meskipun jarak seujung jarii,,
Hanya terpakuku seorang dirii,,
Sulit ku untuk berusaha berlariii,,
Mengerang sakit rasakan sendiriii,,
Bagaikan menghujam ditusuk duriii,,
Yang tumbuh pada batang pohon turii,,
Darah mengalir dalam luka terasa periii,,
Keluar masuk darah celah dari pori porii,,
Seakan mayat yang dianggap mati surii,,
Sakit nya tak hilang sampai berhari harii,,
Ya,, sakit ini takkan hilang terhitung harii,,
Oh, mustahil lenyap dalam hitungan harii,,
Bagaikan sakitnya bila dijadikan anak tirii,,
Oleh ibu muda yg dinikahkan secara sirii,,
sifat jelek nya yang dilambari dengki irii,,
Ku berusaha cintamu yang tulus kucarii,,
Meski berlari mengitari kesana kemarii,,
Memutari di panggung bak latihan tarii,,
Memesona diiringi musik campur sarii,,
Berputaran tubuh berjalan dengan lorii,,
Kucari cintamu sampai keujung negeri,,
Tapi kenapa kamu masih menutup dirii,,
Tapi kenapa cintamu tidak kau kan berii,,
Bukan cinta yang palsu tapi cinta yg orii,,
Sering ku dengar kau ucapkan kata sorrii,,
Dengan lapang dada kuucapkan donworii,,


Berapa nilai untuk puisi ini ?

Beri nilai dengan tap jumlah bintang dibawah ini. Dari kiri ke kanan 1 sampai 10

Average rating 5 / 10. Vote count: 1

Belum ada yang memberi nilai, jadilah yang pertama!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *