DIRUNDUNG RINDU Oleh Dewis Pramanas

D

DIRUNDUNG RINDU

© Dewis Pramanas

Aku menunggu
masih di puncak altar
membayang memori usang
bertahun lamanya terhempas
namun jejaknya masih membekas

Saat desir angin menjamah
pada rambutmu yang terurai
kita duduk di atas pasir putih
memandang landainya alam
saling beradu tatap
adalah hari terakhir
bersama

Menanti
masih di sini memeluk sunyi
merapal senyummu kala senja menggoda
bahkan debur ombak begitu syahdu
membaur bersama senandung nostalgia
tertegun lirih;
terhenyak!

“Kau di mana?”
teriakku pada kapal-kapal berlayar
diksaksikan lautan yang beriak
sedang diri dirundung sesal
sejak sapuan ombak di bibir pantai
entah ke mana?

Subang, 19 Januari 2024


Berapa nilai untuk puisi ini ?

Beri nilai dengan tap jumlah bintang dibawah ini. Dari kiri ke kanan 1 sampai 10

Average rating 0 / 10. Vote count: 0

Belum ada yang memberi nilai, jadilah yang pertama!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *