Lambaian daun jagung Oleh Edysuryo Wirawan

E

Lambaian daun jagung

© Edysuryo Wirawan

Rumput liar terangkat oleh tangan yang lunglai
Tanpa semangat di tanah yang urung jadi haknya
Mengais rizki dari tanah itu
Ah...besok lagi tanganku gerakkan

Semakin hijau warna daunnya
Kemarin masih menguning pucat
Menunggu hujan turun bersama petir
Akar yang lapar tanpa asupan

Gairahkan hidupmu wahai jagungku
Jangan sebagai simbul asaku
Yang menanam benihmu
Senangkanlah badanmu

Hari ini tidak ubahnya hari yang tenggelam
Dibedakan oleh bertambahnya lembar daun jagung
Yang selalu melambai lambai di terpa sepoi angin
Menertawakan penanam benih hilang asa

Asa yang hilang oleh si angkara murka
Tidak ada yang bertanggung jawab
Atas terjadinya peristiwa itu
Saksinya adalah lambaian daun jagungku


Berapa nilai untuk puisi ini ?

Beri nilai dengan tap jumlah bintang dibawah ini. Dari kiri ke kanan 1 sampai 10

Average rating 10 / 10. Vote count: 1

Belum ada yang memberi nilai, jadilah yang pertama!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *